Kamis, 07 April 2011

Di Taman Firdaus Tak Ada Pernikahan

Tulisan ini ditulis oleh Leonardo Rimba, 09 Mei 2010 pukul 10:19, di Grup Spiritual Indonesia.

--------------------------------------

Some people prefer not to get married at all. It is also a choice. I won't get married because I believe it's just a cultural convention to put shackles on us. God (if there is God) doesn't institute marriage. God just allows copulating; mating... having sex and beget children. Just that. And that was the original arrangement. It was pure, in the Garden of Eden.

Di Taman Firdaus tak ada pernikahan, yang ada cuma kopulasi. Habis ber-kopulasi Adam dan Hawa baru sadar ternyata boegil... Nah, karena sadar boegil, lalu diambillah daun-daun itu untuk dibuat CELAM (celana dalam) dan BH (ini buat Hawa doang).

Menurut cerita, setelah Adam dan Hawa nge-sex, Tuhan yang lagi jalan-jalan di Taman Firdaus akhirnya mengendoes-ngendoes adanya sesuatu yang aneh.

"Ke mana si Adam en si Hawa?" tanya Tuhan.

"Biasanya slawar sliwer di bawah pohon en guling- gulingan gak sadar diri kalo telanjang boelet. Kok sekarang ilang?" begitu tanya Tuhan kepada dirinya sendiri.

"Pasti ada something wrong! Pasti udah pada nyadar kalo selama ini boegil," intuisi Tuhan berkata. (Tuhan juga mengandalkan intuisi. Wong jalan-jalan di taman aja bisa, masa gak bisa pake intuisi, apalagi ini namanya Tuhan!).

"Adam, sini luh!" teriak Tuhan.

Adam lalu dateng, mukanya menunduk ke bawah, gak berani liat muka Tuhan.

"Lu abis meong yah?" tanya Tuhan dengan garangnya (Tuhan bisa garang juga, walau digembar-gemborkan pengasih dan penyayang, akhir-akhir ini).

"Gw kan udah larang lu makan buah itu, siapa nyang suruh lu makan?" tanya Tuhan lagi.

"Si Hawa, Tuhan," jawab Adam.

"Hawa bilang buahnya enak, cukup dipegang-pegang udah bikin kenyang, gitu katanya... Eh, abis kenyang ane sadar kalo telanjang. Trus... trus ane jadi takut sama Tuhan soalnya buahnya udah ane perawanin," lanjut Adam.

"Hawaaaaaa!!!!.. sini luh," teriak Tuhan.

"Ya, Tuhan," jawab Hawa sambil jalan dengan beringsut- ingsut, mukanya juga menunduk.

"Lu nyang bujuk Adam supaya makan buah terlarang yah? Kan gw udah larang, kenapa lu jadi gatel dan bujuk Adam supaya gesek-gesek tu buah yg udah gw larang?" hardik Tuhan.

"Bukan ane, Tuhan," jawab Hawa. "Ane gatel sih gatel, tapi gak gatel gitu-gitu amat kalo bukan gara-gara si Depil... Si Depil nyang bujuk-bujuk ane, katanya ane bisa jadi ok kayak Tuhan, gitu katanya."

Tuhan jadi makin marah. Keringatnya menetes, matanya memerah...

"Depilllll!! !!!! sini luh," teriak Tuhan. "Lu nyang bujukin Adam en Hawa supaya meong yah? Gw kan udah larang maen esek-esekan di Taman Firdaus. Nah, lu kenapa akhirnya sabotase rencana gw?"

"Rencana apaan Tuhan?" kata si Depil seenak jidatnya.

"Adam en Hawa itu kan udah akil baliq, jadi wajar aja kalo hormonnya naek dan kepengen maen esek-esek... Ane sih bilang apa adanye aja, emang enak kok!"

So....

So, in the end gak ada yang bisa disalahin. Adam en Hawa karena emang udah akil baliq dan kepengen meong akhirnya dibablaskan keluar dari Taman Firdaus (Taman Firdaus ini adalah simbol dari masa kanak-kanak kita ketika kita tidak menyadari bahwa kita telanjang).

Nyang kesian si Depil. Aslinya Depil itu innocent, gak berdosa,... tapi sama para rabbi (Yahudi), pastor (Katolik), pendeta (Protestan), dan ustadz (Islam) akhirnya di-kambing-hitam-kan.

"Depil, lu jadi kambing item yah!" begitu kesepakatan para pemuka institusi agama.

"Kita orang kan mao bikin macem-macem agama, mau bikin civilizations (peradaban), dan kita orang perlu kambing item, perlu korban, so please understand and accept it kalo lu kepilih buat jadi kambing item... Jangan ribut-ribut yah, terima aja, ntar amplopnya di bawah meja," begitu kisahnya menurut badan intelijen asal usul keagamaan.

Si Depil diem aja, merengut. Si Depil ini aslinya ok banget, luar biasa cakep. Pokoknya bukan seperti bayangan orang sekarang ini. Tapi doi juga tau, kalo dirinya gak dijadiin kambing item, siapa lagi yang bisa? Maklum waktu itu kambingnya putih semua. Kambing nyang warnanya item belom ada.

"Ok, deh," kata si Depil.

"Ane terima jadi kambing item, tapi gak janji yah!"

Maksudnya, karena dikambing-itemin oleh para pencipta agama, akhirnya si Depil itu menobatkan diri menjadi penggoda umat manusia.

"Gw Innocent, gw Innocent," kata si Depil.

"Nyang gatel Adam en Hawa, gw innocent..." begitu teriaknya terus, dan masih terdengar terus sampai sekarang, kadang-kadang.

..........TERKAIT..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...