Minggu, 09 Januari 2011

Badai matahari akan terjang bumi pada Senin, 10-01-2011 pukul 14:32 WIB

GREENWICH (SINDO) – Badai matahari skala besar yang diperkirakan mengenai Bumi pada Senin (10/1) mendatang berpotensi mematikan jaringan listrik dan mengacaukan berbagai satelit komunikasi.

Badai itu juga dapat melumpuhkan sistem navigasi GPS, mengakibatkan risiko kesehatan pada para astronot di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dan menyebabkan kekacauan luas di planet Bumi. Namun, para pakar mengatakan, tidak perlu terlalu khawatir dengan badai matahari tersebut. Para pakar justru meminta publik menikmati pertunjukan indah di Cahaya Utara dan Selatan saat badai itu bertabrakan dengan atmosfer teratas Bumi. Cahaya itu biasa disebut aurora.

Aurora tercipta saat badai dengan kekuatan miliaran ton energi yang disebabkan angin matahari itu bertemu medan magnet Bumi. Untuk pertama kali, peneliti menggunakan data yang dianalisis oleh publik untuk memprediksi bahwa badai matahari akan menerjang Bumi pada pukul 07.32 GMT (14.32 WIB) pada Senin (10/1). Inisiatif yang diluncurkan Royal Observatory di Greenwich (ROG) membuat siapa saja yang memiliki koneksi internet, turut terlibat dalam riset matahari terbaru dengan membantu menandai dan melacak badai yang terjadi saat mereka muncul dari permukaan Matahari.

Ini membuat para peneliti memperkirakan kedatangan badai itu ke Bumi sehingga dapat mengeluarkan peringatan lebih dini. Tim itu tidak sepenuhnya fokus tentang badai yang akan terjadi, tapi peringatan dini dari Solar Stormwatch akan memberi waktu untuk langkah-langkah awal yang harus dilakukan. Dr Marek Kukula, Public Astronomer di ROG, menjelaskan, “Solar Stormwatch (pengamat badai matahari) khusus melayani kepentingan publik dalam astronomi, untuk menyediakan data yang bermanfaat bagi para peneliti.”

“Semakin banyak orang yang terlibat dalam stormwatching, semakin banyak kita akan belajar. Faktanya, hasil kerja sukarelawan saat ini membuat kita dapat memprediksi kapan sebuah badai matahari akan menerjang Bumi. Ini merupakan tonggak sejarah penting, tidak hanya untuk proyek ini, tapi untuk sains secara keseluruhan,” tutur Kukula. Di masa lalu, peneliti matahari hanya dapat mengetahui sebuah badai yang mendekati Bumi beberapa jam sebelum tiba di planet ini.

Namun, data yang ada kini membuat mereka dapat memperkirakannya hingga tiga hari sebelum badai itu tiba di Bumi. Munculnya prediksi ini juga dapat membuat berbagai badan antariksa dan perusahaan listrik mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengurangi semua potensi kerusakan. Untuk mengetahui aktivitas berbahaya, angin-angin matahari harus dimonitor secara rutin. Tugas ini tentu terlalu berat bagi para peneliti jika dilakukan seorang diri.

Karena itu, munculnya inisiatif yang membuka peluang publik turut berpartisipasi memonitor aktivitas matahari, para peneliti dapat lebih fokus pada tugas analisa. Elizabeth Baeten, salah satu pengguna Solar Stormwatch mengatakan, “Saya merasa memiliki hak istimewa yang sangat besar untuk menjadi bagian dari sistem peringatan dini ini, dan ini menyenangkan juga. Mengetahui setiap saat badai di datamu, menambah prediksi lebih baik tentang kecepatan dan arah badai. Ini luar biasa. Anda bisa membuat perbedaan besar.” (AFP/Rtr/syarifudin)

..........TERKAIT..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...